Tribun

Polisi Tembak Polisi

MAKI: Private Jet yang Dipakai Brigjen Hendra Kurniawan Diduga Bentuk Tindak Pidana Gratifikasi

Boyamin menyatakan bahwa Brigjen Hendra Kurniawan juga tidak dalam rangka berdinas saat berangkat ke Jambi.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in MAKI: Private Jet yang Dipakai Brigjen Hendra Kurniawan Diduga Bentuk Tindak Pidana Gratifikasi
Kolase Tribunnews.com
Menurut Boyamin Saiman, kepekaan polisi dalam mengusut kasus yang menyangkut kepemilikan pesawat jet pribadi (private jet) ini sangat diperlukan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menduga private jet yang dipakai Brigjen Hendra Kurniawan saat mengunjungi keluarga Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J ke Jambi merupakan tindak pidana gratifikasi.

Adapun dugaan penyediaan private jet pribadi itu pertama kali diungkap oleh Indonesia Police Watch (IPW).

Namun, belum diketahui sosok yang diduga menyediakan jet pribadi tersebut.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman menilai bahwa Brigjen Hendra dinilai tidak wajar jika menumpangi private jet.

Apalagi, sewa private jet mencapai ratusan juta sekali pemberangkatan.

"Ya tidak wajar karena kan anggaran polisi itu terbatas. Kalau anggaran pribadi rasanya juga susah. Duitnya juga bisa-bisa sampai Rp 500 juta, antara Rp 250 juga sampai Rp 500 juta, harga sewanya aja, ke sana kemari," kata Boyamin kepada wartawan, Jumat (23/9/2022).

Boyamin menyatakan bahwa Brigjen Hendra juga tidak dalam rangka berdinas saat berangkat ke Jambi.

Dia menduga hal ini masuk ke dalam ranah gratifikasi.

"Dalam posisi itu saya yakin bukan tugas kepolisian yang resmi saat itu. Karena langsung berangkat kan itu, karena disuruh memberi tahu. Beda dengan surat penugasan segala macam kan dari mana anggarannya juga ada. Tapi kalau ini saya yakin sih tidak dibiayai oleh anggaran kedinasan," katanya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas